Jurnal PSG. Ada yang tahu?
Jadi ini semacam buku laporan kegiatan apa saja yang dilakukan siswa SMK selama menjalani sesi Pendidikan Sisten Ganda (PSG) atau Praktek Kerja Industri (Prakerin).
Itu kan untuk siswa SMK? Kok saya sebagai siswa SMA bisa tahu?
Jawabannya tak lain dan tak bukan karena : saya mengisi jurnal PSG anak SMK. Dan bukan hanya sekali, tapi dua kali! Kesemuanya itu cukup melelahkan.
Pertama, saya mengisi jurnal milik saudara saya, Sandi. Ini terjadi sekitar bulan April atau Mei 2013 atau ... entahlah saya lupa.
Hanya membutuhkan waktu satu malam untuk menyelesaikan jurnal Sandi. Saya lupa berapa lembar yang saya tulis malam itu. Pokoknya banyak! Dan kalian tahu imbalan yang saya dapat setelah mengerjakan laporan PSG miliknya? Keripik setan. Ya, lima bungkus keripik setan sebagai teman begadangku.
Ahak hak hak. Gak masalah deh. Ikhlas kok.
Kedua, jurnal milik pacar saya, Fian. Dia PSG dari bulan Juli sampai dengan September 2013 dan selama itu pula lah saya mengisi jurnal miliknya.
Beban dalam mengisi jurnal Fian lebih berat dibanding saat saya mengisi jurnal Sandi. Sebab secara teknis level sekolah mereka memang berbeda. Saya mesti lebih berhati-hati mengisinya.
Di bawah bimbingan Fian, setiap satu minggu sekali, saya menulis kegiatan PSG Fian selama satu minggu penuh.
Hari-hari yang kami lewati setiap mengisi jurnal ini benar-benar menyenangkan sekaligus melelahkan. Menyenangkan karena mengisi jurnal hanya berupa kegiatan selingan di sela-sela jadwal rutinan pertemuan kami, biasanya selama menulis Fian menyuapi saya makanan. Namun melelahkan jika kadang hati saya merasa rugi. "Heloooo... ini jurnal Fian, kenapa harus gue yang cape?" Apalagi jika dia sudah bersikap bossy. Menyebalkan.
Tapi kemudian saya kembali membantu penuh suka cita.
Hahahaha... Oke cukup sudah. Saya tidak ingin mengisi jurnal milik siapa pun lagi. Sudah cukup lelah.
Mmmm...
Mungkin, jika suatu hari nanti kami benar-benar menikah, ini akan menjadi salah satu hal yang bisa diceritakan kepada anak-cucu kami. Seperti : Dulu kan Papa sekolah di SMK, yang bikinin jurnal Papa mama kamu loh, Sayang.
Adeuh... semoga, semoga!
Aamiin.
0 comments:
Post a Comment