Adalah film favorit kami yang selalu dinanti-nanti kehadirannya : The Hunger Games.
Film yang terbagi menjadi 3 episode---atau apa lah istilah tepatnya gue gak tau---ini pertama kali kami tonton awal 2013 lalu. Bukan Januari, namun masih termasuk awal tahun. Dan gue masih ingat waktu itu kami menonton film tersebut di laptop Axioo gue, si laptop yang bisa berenang, (Hwehehehe... pasti pada bingung apa maksud laptop bisa berenang kan? Ntar kapan-kapan gue ceritain).
Filmnya seru abis! Endingnya bikin penasaran!
Begitu film berakhir, kami memang dilanda rasa penasaran mendalam, apalagi gue dengar lanjutannya akan terjun tanggal 22 November nanti. Wah, terang saja gue dan Fian membuat rencana nonton pemutaran perdananya di 21 BIP (di Purwakarta gak ada 21 atau bioskop macam manapun, makanya kita mesti jauh-jauh ke kota lain buat nonton film. Sedih).
Namun sayang, saat waktunya tiba, niatan baik kami tidak dapat terwujud. Kami dalam kondisi berjauh-jauhan atau apa gue sendiri tidak paham. Yang jelas acara tersebut gagal! Dan akhirnya kami harus berpuas diri hanya menonton The Hunger Games : Catching Fire di laptop Toshiba gue dua bulan kemudian (Axioo sang perenang telah meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya sejak bulan Mei 2013. *Sad song).
Walau tampaknya kami kecewa, namun tidak demikian dengan perasaan nyata kami. Gue pribadi sangat menikmati jalan cerita yang tampak di depan mata. Ikut terbawa nuansa muram dari film tersebut.
Dan seperti sebelumnya. Begitu film berakhir, perasaan tersebut menyeruak kembali. Rasa penasaran, rasa ingin cepat-cepat menyaksikan lanjutannya, dan lain-lain, dan lain-lain.
"Bi, 22 November nanti kita nonton Mockingjay di 21, yuk!" ajakku menyebut judul terakhir dari trilogi The Hunger Games.
Fian menangguk-angguk antusias. "Hayu! Yang di Bandung kan?"
Kali ini gantian gue yang mengangguk.
*Kalian pasti udah pada tahu kan film yang gue sebutin di atas? Yo'i lah! Secara gitu ini adalah salah satu film terlaris di dunia saat ini. Tapi barangkali ada di antara elo-elo yang belum tahu, gue beberin dikit spoilernya.
![]() |
| Sesaat menuju kemenangan. Pas mereka acting mau makan buah beri. |
![]() |
| Ini ekspresi Mbak Katniss Everdeen pas Hari Penuaian. Dia nyari-nyari adiknya di antara kerumunan manusia di alun-alun. |
![]() |
| Prim! Prim! No! I volunteer! |
![]() |
| Diwawancara setelah naik ke podium gantiin posisi Prim (adiknya). |
![]() |
| Nungguin penayangan skor. |
![]() |
| Rue, sekutu Katniss dari distrik 11, nunjuk lebah penjejak supaya Katniss bebas dari para pemburunya di bawah pohon. |
![]() |
| Katniss dan Peeta di dalam gua. |
![]() |
| Cinna melepas kepergian Katniss ke arena. |
![]() |
| Pelukan hangat seorang kakak untuk adik semata wayangnya selepas memenangkan pertandingan. |
![]() |
| Peeta. Katniss, Gale |
![]() |
| Gale, Katniss, Peeta |
![]() |
| Trilogi The Hunger Games |
Oke deh, mungkin segini tentang DeFian dan The Hunger Games. Semoga harapan kami buat nonton tayangan perdana Mockingjay terwujud. Aamiin.
Babay, Kaliaaaaannn!!!












0 comments:
Post a Comment