Ini adalah sebuah catatan aka curhatan usang yang kutulis akhir Mei 2013. Selamat membaca!
Inspirasi positif
tidak hanya datang dari orang-orang hebat seperti Presiden SBY atau dari
seorang motivator super macam Mario Teguh. Bukan. Maksudku—bukan hanya
mereka. Seorang inspirator justru sering kali muncul dari manusia-manusia
optimis di sekitar kita. Mengapa aku dapat berkata demikian? Well, sebab aku
merasakannya sendiri.
Aku memang terharu
membaca kisah perjuangan JK Rowling hingga menjadi penulis wanita terkaya di
dunia, aku memang tergugah membaca riwayat hidup Marie Currie hingga menjadi wanita
pertama penerima hadiah nobel, aku memang kagum mengenal Debbie Widjaja sebagai
penulis muda berbakat yang sukses besar namun tetap rendah hati, aku memang—memang
terinspirasi atas keberhasilan mereka. Tapi—lagi-lagi—mereka
bukan inspirator utama bagiku.
Jika boleh jujur,
inspirator utamaku justru teman sebangkuku sendiri.
Dia... dia muda
dan berbakat. Skill utama yang dimilikinya adalah menggambar (atau apa lah
istilah tepatnya aku gak tau. Hehe). Dalam bio twitternya bahkan ia menulis
kata-kata : calon animator dunia. Nyaris setiap hari ia menyampaikan
keinginannya untuk menjadi mahasiswa ITB atau paling tidak ISI Yogya. Namun
kemudian dia langsung mengeluh. Dia tidak yakin dapat diterima di ITB jika
nilai MIPAnya kurang bagus. “Aku ngejar beasiswa susah banget!” katanya setiap
waktu.
Pernah suatu hari
ia mengikuti lomba ‘Mangafest’ yang diadakan UGM. Berminggu-minggu
dihabiskannya untuk menyelesaikan komik pertama garapannya sampai-sampai ia
tidak tidur selama beberapa malam. Aku tahu itu, aku menyaksikan sendiri
bagaimana ia berusaha keras menjadi yang terbaik untuk festival tersebut. Akan
tetapi, ketika akhirnya tiba waktu pengumuman pemenang, temanku dikecewakan
sedalam-dalamnya oleh dewan juri. Ia kecewa berat, aku tahu itu. Tapi ia
memendam kekecewaan tersebut dalam-dalam, tidak mengijinkan seorang pun
mengetahuinya.
Ia memang pernah
jatuh, tapi akhirnya ia bangkit kembali.
Yah, dia bangkit
dan bahkan lebih bangkit dari sebelumnya. Ia menjadi lebih giat membaca
info-info perlombaan desain grafis atau yang berhubungan dengan
gambar-menggambar di internet. “Aku bukan ngincer hadiah uangnya, tapi aku
pengen dapet sertifikat supaya dapet beasiswa,” ujarnya setiap aku menunjukkan
lomba dengan hadiah uang tunai yang sangat menggiurkan.
Awalnya semua
terlihat sulit. Namun berkat tekad yang kuat serta keyakinan akan bagaimana
dirinya di masa depan, akhirnya ia berhasil mendapat apa yang diinginkannya.
Ya, dia memenangi dua perlombaan sekaligus dalam waktu satu bulan.
Allah memang Maha
Kuasa. Ia terus menguji kesabaran temanku untuk tahu sampai sejauh mana ia akan
bertahan. Dan karena temanku tidak pantang menyerah, maka Allah membalas
keteguhan temanku lewat keberhasilan pada dua perlombaan tersebut.
Sebagai teman aku
merasa bangga, kagum, dan terharu sekaligus (thanks, God!). Bulan Mei ini ia
berulang tahun, tepatnya di tanggal 26. Bagiku—dan mungkin
baginya pula—tidak ada kado terindah selain keberhasilan yang menjamin masa depannya
ini. Dan seperti yang pernah kukatakan, semoga ini bukan menjadi akhir, tapi
justru awal dari kesuksesan-kesuksesannya di masa yang akan datang.
Menyaksikan
perubahan drastis ini membuatku seperti tertampar angin puting beliung.
Bagaimana tidak? Aku—yang katanya ingin seperti Agatha Christie justru malah
bermalas-malasan di atas kasur menunggu takdir yang mengubahku, bukan aku yang
mengubah takdir. Aku bodoh, tentu saja. Dan hari ini aku seperti mendapat
pencerahan agar aku mesti bangkit kembali, segera bangun dari tempat tidur,
raih masa depan gemilang, dan bahagiakan Fian.
Lewat Amel
(temanku), aku belajar bahwa kesuksesan tidak akan datang tanpa dicari. Kita
mesti berusaha keras untuk meraihnya. Percayalah, tidak ada yang lebih indah
selain mendapatkan sesuatu hasil jerih payah sendiri.
Mulai detik ini,
Amel adalah inspirator utamaku dan Fian adalah motivator terbaikku. Tanpa
kalian aku akan jatuh sejatuh-jatuhnya. Jadi, jangan bosan mewarnai hidupku
yah? J
Terima kasih.
Nb : aku sayang
Fian :#
0 comments:
Post a Comment