Inspirator dan Motivator (Sebuah Catatan Usang)

Tuesday, 11 March 2014
Ini adalah sebuah catatan aka curhatan usang yang kutulis akhir Mei 2013. Selamat membaca!

Inspirasi positif tidak hanya datang dari orang-orang hebat seperti Presiden SBY atau dari seorang motivator super macam Mario Teguh. Bukan. Maksudkubukan hanya mereka. Seorang inspirator justru sering kali muncul dari manusia-manusia optimis di sekitar kita. Mengapa aku dapat berkata demikian? Well, sebab aku merasakannya sendiri.

Aku memang terharu membaca kisah perjuangan JK Rowling hingga menjadi penulis wanita terkaya di dunia, aku memang tergugah membaca riwayat hidup Marie Currie hingga menjadi wanita pertama penerima hadiah nobel, aku memang kagum mengenal Debbie Widjaja sebagai penulis muda berbakat yang sukses besar namun tetap rendah hati, aku memangmemang terinspirasi atas keberhasilan mereka. Tapilagi-lagimereka bukan inspirator utama bagiku.

Jika boleh jujur, inspirator utamaku justru teman sebangkuku sendiri.

Dia... dia muda dan berbakat. Skill utama yang dimilikinya adalah menggambar (atau apa lah istilah tepatnya aku gak tau. Hehe). Dalam bio twitternya bahkan ia menulis kata-kata : calon animator dunia. Nyaris setiap hari ia menyampaikan keinginannya untuk menjadi mahasiswa ITB atau paling tidak ISI Yogya. Namun kemudian dia langsung mengeluh. Dia tidak yakin dapat diterima di ITB jika nilai MIPAnya kurang bagus. “Aku ngejar beasiswa susah banget!” katanya setiap waktu.

Pernah suatu hari ia mengikuti lomba ‘Mangafest’ yang diadakan UGM. Berminggu-minggu dihabiskannya untuk menyelesaikan komik pertama garapannya sampai-sampai ia tidak tidur selama beberapa malam. Aku tahu itu, aku menyaksikan sendiri bagaimana ia berusaha keras menjadi yang terbaik untuk festival tersebut. Akan tetapi, ketika akhirnya tiba waktu pengumuman pemenang, temanku dikecewakan sedalam-dalamnya oleh dewan juri. Ia kecewa berat, aku tahu itu. Tapi ia memendam kekecewaan tersebut dalam-dalam, tidak mengijinkan seorang pun mengetahuinya.

Ia memang pernah jatuh, tapi akhirnya ia bangkit kembali.

Yah, dia bangkit dan bahkan lebih bangkit dari sebelumnya. Ia menjadi lebih giat membaca info-info perlombaan desain grafis atau yang berhubungan dengan gambar-menggambar di internet. “Aku bukan ngincer hadiah uangnya, tapi aku pengen dapet sertifikat supaya dapet beasiswa,” ujarnya setiap aku menunjukkan lomba dengan hadiah uang tunai yang sangat menggiurkan.

Awalnya semua terlihat sulit. Namun berkat tekad yang kuat serta keyakinan akan bagaimana dirinya di masa depan, akhirnya ia berhasil mendapat apa yang diinginkannya. Ya, dia memenangi dua perlombaan sekaligus dalam waktu satu bulan.

Allah memang Maha Kuasa. Ia terus menguji kesabaran temanku untuk tahu sampai sejauh mana ia akan bertahan. Dan karena temanku tidak pantang menyerah, maka Allah membalas keteguhan temanku lewat keberhasilan pada dua perlombaan tersebut.

Sebagai teman aku merasa bangga, kagum, dan terharu sekaligus (thanks, God!). Bulan Mei ini ia berulang tahun, tepatnya di tanggal 26. Bagikudan mungkin baginya pulatidak ada kado terindah selain keberhasilan yang menjamin masa depannya ini. Dan seperti yang pernah kukatakan, semoga ini bukan menjadi akhir, tapi justru awal dari kesuksesan-kesuksesannya di masa yang akan datang.

Menyaksikan perubahan drastis ini membuatku seperti tertampar angin puting beliung. Bagaimana tidak? Akuyang katanya ingin seperti Agatha Christie justru malah bermalas-malasan di atas kasur menunggu takdir yang mengubahku, bukan aku yang mengubah takdir. Aku bodoh, tentu saja. Dan hari ini aku seperti mendapat pencerahan agar aku mesti bangkit kembali, segera bangun dari tempat tidur, raih masa depan gemilang, dan bahagiakan Fian.

Lewat Amel (temanku), aku belajar bahwa kesuksesan tidak akan datang tanpa dicari. Kita mesti berusaha keras untuk meraihnya. Percayalah, tidak ada yang lebih indah selain mendapatkan sesuatu hasil jerih payah sendiri.

Mulai detik ini, Amel adalah inspirator utamaku dan Fian adalah motivator terbaikku. Tanpa kalian aku akan jatuh sejatuh-jatuhnya. Jadi, jangan bosan mewarnai hidupku yah? J

Terima kasih.


Nb : aku sayang Fian :#

0 comments:

Post a Comment