Aku hanya satu dari sekian juta anak kelas 3 SMA yang menanti-nanti datangnya pengumuman SNMPTN 2014. Oke, mungkin aku hanya mengada-ada. Sejujurnya, aku tidak tahu berapa jumlah siswa kelas XII se-Indonesia dan sama sekali tidak berniat mencari tahunya. Yang jelas, aku menunggu.
Tanggal 27 Mei yang dikabar-kabarkan akan menjadi hari paling mendebarkan bagi anak kelas XII ternyata mesti ditunda hingga 12 jam kedepan. Kami masih harus menunggu dan dibuat deg-degan lebih lama lagi.
Aku sendiri heran mengapa sangat menanti saat itu tiba. Padahal, aku satu-satunya siswa di SMAN 1 Purwakarta yang tidak berniat mengikuti SNMPTN. Aku bahkan mendaftar di hari-hari menjelang deadline! Dan kau tidak akan percaya ini : aku mengisi PTN dan jurusan yang sebelumnya tak pernah muncul di otakku!
Ya, Tuhan... suram sekali jalan pikiranku.
Aku tahu aku memang sangat menyia-nyiakan masa SMAku. Bukan hanya aku, teman-teman SMPku pun menyayangkan tindakanku. Adit bilang, aku sangat berubah. Dia tidak percaya aku yang dulunya---ehem---juara umum dan berhasil mengalahkan Julia Biantika yang sekarang berada di kelas XII IPA 7, kini justru terpuruk begitu dalam. "Elo kenapa sih, Dev?" tanyanya selalu.
Julia mengatakan hal serupa. "Devi kenapa, sih? Dulu mah kan bla, bla, bla." Aku hanya sanggup tersenyum masam dan mengatakan aku bodoh. Julia segera meralat, "Devi mah teu bodoh atuh. Tapi males, hehehe..."
Kali lain, Gilang bertanya hal serupa padaku. "Devi mah beger sih. Jadina weh turun. Tapi meuni drastis pisan. Kunaon, Dev?"
Sesungguhnya, bukan masalah pacaran yang menyebabkan prestasi akademikku turun drastis, justru sesuatu dalam dirikulah yang mesti disalahkan. Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Herannya, malam ini aku justru menantikan hal yang dulunya selalu kukesampingkan. Aku menanti dalam harap-harap cemas. Meskipun sudah yakin tidak akan masuk (mengingat hanya satu pilihan yang kuisi dan itu bukan PTN main-main, artinya kesempatanku diterima sangat kecil), masih tersisa secuil harapan semoga aku mendapatkannya.
Malam ini, aku terpaksa mengakhiri penantianku kemudian tidur kembali. Mungkin bersabar lebih baik. Tunggu saja hasilnya nanti siang. Semoga nasib baik ada bersamaku, aamiin :'D
0 comments:
Post a Comment